TUGAS
ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
(REPORTASE)
NAMA =
ADITYO HENDRATMO
NPM = 20111251
KELAS =
1KB01
Fakultas Ilmu
Komputer
Universitas
Gunadarma
Depok 2012
Ayah Adalah Inspirator Hebat
Seorang ayah
tangguh. Bertanggung jawab atas kesadaran dirinya sebagai kepala keluarga.
Berawal dari pekerjaan tetap di Kementerian Perumahan Rakyat . Beliau bekerja
dengan semangat dan gigih.
Beliau itu
adalah ayah saya yang bernama Suwarto, lahir di Cilacap Jawa Tengah tanggal
03-Juli-1960. Saya sangat kagum dengan
beliau. Beliau adalah inspirator saya.

Mengurus
anak-anak serta juga dalam hal pendidikannya adalah merupakan amanah yang telah
Allah Allah Ta'ala berikan kepada para ayah.Karena hal tersebutlah ayah adalah
pemimpin dan juga sebagai penanggung
jawab atas
keadaan mereka.Dan sebuah kewajiban bagi ayah dalam hal menasehati anak-anak
dalam hal kebaikan serta juga menjadikan pendidikan serta perbaikan mereka
merupakan pekerjaan dan urusannya yang paling utama dan juga penting.
"Setiap
kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban
atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta
pertanggungjawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan
dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya. Seorang istri adalah pemimpin di
dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas
urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta
tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya
tersebut."
(HR. Al-Bukhari no. 844 dan Muslim no. 1829)
(HR. Al-Bukhari no. 844 dan Muslim no. 1829)
Satu hal yang penting yang tidak boleh dilalaikan adalah bahwa tanggung
jawab ayah pada anaknya bukan hanya dalam memenuhi kebutuhan jasad dari
anaknya yang berupa makanan serta pakaian saja dan tidak memperhatikan akan
kebutuhan ruhani daripada anak-anak.
Bila kebutuhan
ruhani bagi anak-anak ini dilalaikan, maka ayah tersebut akan menyesal pada
akhirnya baik di dunia ataupun di akhirat ketika dimintai pertanggungjawaban
atas amanah yang telah Allah Ta'ala bebankan kepadanya.
Tidak dapat dipungkiri bagi hati kita para orang tua bahwa memenuhi kebutuhan ruhani anak-anak yang berupa keimanan dan amal saleh ini jauh lebih penting daripada memenuhi kebutuhan jasadnya.Oleh karena itu Allah Ta’ala dalam Al-Qur`an tidak pernah memerintahkan para ayah untuk melindungi anaknya dari panasnya terik matahari atau dari panasnya rasa lapar, akan tetapi justru Allah memerintahkan mereka untuk melindungi anak-anak mereka dari api neraka.
Karenanya Allah Ta’ala mengingatkan bahwa kecintaan kepada anak-anak jangan sampai membuat mereka mencelakai anak-anak mereka sendiri, karena anak-anak itu hanya merupakan ujian bagi mereka. Dengan alasan kasih sayang, dia tidak mau menyuruh anaknya shalat padahal dia sudah berumur 7 tahun, tidak mau memukulnya jika tidak mau shalat padahal anaknya sudah berumur 10 tahun.
Tidak dapat dipungkiri bagi hati kita para orang tua bahwa memenuhi kebutuhan ruhani anak-anak yang berupa keimanan dan amal saleh ini jauh lebih penting daripada memenuhi kebutuhan jasadnya.Oleh karena itu Allah Ta’ala dalam Al-Qur`an tidak pernah memerintahkan para ayah untuk melindungi anaknya dari panasnya terik matahari atau dari panasnya rasa lapar, akan tetapi justru Allah memerintahkan mereka untuk melindungi anak-anak mereka dari api neraka.
Karenanya Allah Ta’ala mengingatkan bahwa kecintaan kepada anak-anak jangan sampai membuat mereka mencelakai anak-anak mereka sendiri, karena anak-anak itu hanya merupakan ujian bagi mereka. Dengan alasan kasih sayang, dia tidak mau menyuruh anaknya shalat padahal dia sudah berumur 7 tahun, tidak mau memukulnya jika tidak mau shalat padahal anaknya sudah berumur 10 tahun.
Allah Ta’ala
berfirman :
"Sesungguhnya
harta-harta kalian dan anak-anak kalian tidak lain kecuali ujian."
(QS. At-Taghabun: 15)
(QS. At-Taghabun: 15)
Hendaknya para
ayah mengingat
bahwa sikap keras sesekali kepada anak dan gemblengan
keagamaan yang benar
kepada mereka walaupun merupakan amalan yang berat dan melelahkan akan tetapi
amalan ini termasuk dari penentu nasibnya di akhirat kelak. Jika dia berhasil
maka dia akan bisa menjawab pertanyaan Allah kepadanya tentang tanggung
jawabnya, dan dia senantiasa mendapatkan limpahan pahala dan keutamaan sampai
walaupun dia telah meninggal, karena adanya doa
dan amal saleh dari anak-anaknya.
Tapi sebaliknya jika dia gagal dalam amalan ini karena keteledoran dia atau sikap acuh tak acuh dia terhadap pendidikan keagamaan anaknya, maka dia akan menyesal pada hari kiamat tatkala dia tidak bisa menjawab pertanyaan Allah terhadapnya yang akan menyebabkan dia diharamkan untuk masuk ke dalam surga, wal ‘iyadzu billah.
Tapi sebaliknya jika dia gagal dalam amalan ini karena keteledoran dia atau sikap acuh tak acuh dia terhadap pendidikan keagamaan anaknya, maka dia akan menyesal pada hari kiamat tatkala dia tidak bisa menjawab pertanyaan Allah terhadapnya yang akan menyebabkan dia diharamkan untuk masuk ke dalam surga, wal ‘iyadzu billah.
Allah Ta’ala
berfirman :
"Wahai
orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga-keluarga kalian
dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu."
(QS. At-Tahrim: 6)
(QS. At-Tahrim: 6)
Dan semoga apa yang menjadi tanggung jawab seorang ayah ini akan bisa dilaksanakan oleh para ayah yang menginginkan kebaikan dunia akhirat bagi para anak-anaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar