Selasa, 12 Juni 2012

MANUSIA DAN KEINDAHAN (Prosa)


TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN KEINDAHAN

NAMA       =  ADITYO HENDRATMO

NPM                   =  20111251

KELAS      =  1KB01

Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Gunadarma
Depok 2012




PERSAHABATAN (Prosa)

Pagi hari saat saya terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil nama saya. Saya melihat keluar. Ipan teman saya sudah menunggu diluar rumah saya dia mengajak saya untuk bermain futsal.“Ayo main futsal ke lapangan.” ajaknya pada saya. “Sekarang?” tanya saya dengan sedikit mengantuk. “Besok! Ya sekarang!” jawabnya dengan kesal.“Sebentar gua cuci muka dulu. Tunggu ya!”, “Iya tapi cepat ya” pintanya.

Setelah saya cuci muka, kami pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah saya.“Anjir dingin banget.” Kata saya pada teman saya. “Cuma begini aja dingin payah lu.” jawabnya. Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai. “Ramai banget  pulang aja males nih kalau ramai.” ajakku padanya. “Ah! Dasarnya lu aja males ngajak pulang!”, “Kita ikut main aja sama orang-orang disini.” paksanya. “Males ah! lu aja sana gua tunggu disini nanti gua nyusul.” Jawab saya malas. “Terserah lu aja deh.” jawabnya sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain futsal.“Adit!” seseorang teriak memanggil nama saya. Saya langsung mencari siapa yang memanggil saya. Tiba-tiba seorang gadis menghampiri saya dengan tatapan tajam dan tersenyum manis kearah saya yang masih mengantuk. 

Sepertinya saya mengenalnya. Setelah dia mendekat saya baru ingat. “Bella?” tanya dalam hati penuh keheranan. Bella adalah teman satu SD dengan saya dulu, kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus 7 tahun lalu. Bukan hanya itu Bella juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana. “Hai masih inget gua nggak?” tanyanya pada saya. “Bella kan?” tanya saya padanya. “Yupz!” jawabnya sambil tersenyum pada saya. Setelah kami ngobrol tentang kabarnya saya pun memanggil Ipan. “Pan! Sini” panggil saya pada Ipan yang sedang asyik bermain futsal. “Apa lagi?” tanyanya pada saya dengan malas. “Ada yang dateng” jawab saya. “Siapa?”tanyanya lagi, “Bella!” jawa saya dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik. “Siapa? Nggak kedengeran!”. “Sini dulu aja pasti lu seneng!”. Akhirnya Ipan pun datang menghampiri saya dan Bella yang baru saja bertemu.

Dengan heran ia melihat kearah kami. Ketika ia sampai dia heran melihat Bella yang tiba-tiba menyapanya. “Bela?” tanyanya sedikit kaget melihat Bella yang sedikit berubah. “Kenapa kok tumben ke Bogor? Kangen ya sama gua?” tanya Ipan pada Bela. “Ye GR! Dia tu kesini mau ketemu gua” jawab saya sambil menatap wajah Bela yang sudah berbeda dari 7 tahun lalu. “Bukan gua kesini mau jenguk nenek gua.” jawabnya. “Yah nggak kangen dong sama kita.” tanya Ivan sedikit lemas. “Ya kangen dong kalian kan sahabat gua.” jawabnya dengan senyumnya yang manis ( KALAH GULA).

Akhinya Bella mengajak kami kerumah neneknya. Kami berdua langsung setuju dengan ajakan Bela. Ketika kami sampai di rumah Bela ada seorang anak laki-laki yang kira-kira masih berumur 8 tahun. “Bell, ini siapa?” tanya saya kepadanya. “Kamu lupa ya ini kan Dafa! Adik gua.” jawabnya. “Oh iya gua lupa! Sekarang udah besar ya.”. “Dasar pikun!” ejek Ipan padaku. “Emangnya lu inget tadi?” tanya saya pada Ipan. “Nggak sih!” jawabnya malu. “Ye sama aja!”. “Biarin aja!”. “Udah-udah jangan pada ribut terus.” Bella keluar dari rumah membawa minuman. “Eh nanti sore kalian mau nganterin gua ke mall nggak?” tanyanya pada kami berdua. “Kalau gua jelas mau dong! Kalau Ipan tau!” jawab saya tanpa pikir panjang. “Ye kalau buat Bella aja langsung mau, tapi kalau gua yang ajak susah banget.” ejek Ipan pada saya. “Maaf banget Bell, gua nggak bisa gua harus ngasih makan ayam gua.” jawabnya kepada Bella. “Oh gitu ya! Ya udah dit nanti lu kerumah gua jam 4 sore aja ya!” kata Bella pada saya. “Ok deh Sip sip sip ( Biar dibilang kaya Rio) !” jawab saya cepat.

Saat yang gua tunggu udah dateng, setelah menyetting biar bikin Bella terkesan dan pamit keorang tua saya saya langsung berangkat ke rumah nenek Bella. Sampai dirumah Bella saya mengetuk pintu dan mengucap salam ibu Bella pun keluar dan mempersilahkan saya masuk. “Eh adit sini masuk dulu! Bellanya baru siap-siap.” kata beliau ramah. “Iya tante!” jawab saya sambil masuk kedalam rumah nenek Bella. 

Ibu Bella tante Vivi memang sudah kenal pada saya karena saya memang sering main kerumah Bella. “Bella ini Adit udah dateng” panggil tante Vivi kepada Bella. “Iya ma bentar lagi” teriak Bella dari kamarnya. Setelah selesai siap-siap Bella keluar dari kamar, saya terpesona melihatnya. “Udah siap ayo berangkat!” ajaknya pada saya.

Setelah pamit untuk pergi saya dan Bella pun langsung berangkat. Dari tadi pandangan saya tak pernah lepas dari Bella. “Adit kenapa? Kok dari tadi ngeliatin aku terus ada yang aneh?” tanyanya kepada saya. “Eh nggak apa-apa kok!” jawab saya kaget. Kami pun sampai di tempat tujuan. Kami naik ke lantai atas untuk mencari barang-barang yang diperlukan Bella. Setelah selesai mencari-cari barang yang diperlukan Bella kami pun memutuskan untuk langsung pulang kerumah. Sampai dirumah Bella saya disuruh mampir oleh tante Vivi. “Ayo Adit mampir dulu pasti capek kan?” ajak tante Vivi pada saya. “Ya tante.” Jawab saya pada tante Vivi. Setelah waktu terasa sudah malam saya meminta ijin pulang. Sampai dirumah saya langsung masuk kekamar untuk ganti baju. Setelah saya ganti baju saya makan malam. “Kemana aja tadi sama Bella?” tanya ibu saya pada saya. “Dari jalan-jalan!” jawab saya sambil melanjutkan makan. Selesai makan saya langsung menuju kekamar untuk tidur. Tetapi saya tidah habis fikir terus memikirkan Bella. 

Kayanya saya suka deh sama Bella. “Nggak! Nggak boleh guakan udah bersahabat lama, gua harus mementingkan arti Persahabatan.” Bisik saya dalam hati. Satu minggu berlalu, saya masih tetap kepikiran Bella terus. Akhirnya sore harinya Bella harus kembali ke Bandung lagi. Saya dan Ipan datang kerumah Bella. Akhirnya keluarga Bella siap untuk berangkat. Pada saat itu saya mengatakan “Hati-hati dijalan yah Bella” kata saya gugup. “Iyah makasih yah ditl!” jawabnya pada saya. Saya memberinya hadiah kenang-kenangan untuknya sebuah Jam tangan. Dan akhirnya Bella dan keluarganya berangkat ke Bandung. Walaupun sedikit kecewa saya tetap merasa beruntung memiliki sahabat seperti Bella. Saya berharap persahabatan kami terus berjalan hingga nanti.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar