TUGAS
ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN PENDERITAAN

NAMA =
ADITYO HENDRATMO
NPM = 20111251
KELAS =
1KB01
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas
Gunadarma
Depok 2012
MANUSIA DAN PENDERITAAN
Penderitaan adalah sebuah rasa yang dirasakan setiap manusia ketika mreka
tertimpa musibah atau mengalami kesialan. Di Indonesia khususnya banyuak sekali
orang-orang yang menderita, karena keadaan mereka yang sangat memprihatinkan.
Berbagai macam kondisi yang di dapat oleh roang-orang yang mengalami penderitaan
yaitu kemiskinan, kelaparan, kecelakaan, penyakit yang tak kunjung sembuh dan
banyak lainnya.
Pada jaman sekarang ini sangat sulit mencari pekerjaan serta kesejahteraan
hidup. Banyak orang-orang pedesaan berfikir bahwa mecari uang di perkoaan itu
mudah, tetapi hal hasil banyak di daerah perkotaan orang-orang pedesaan banyak
sekali mendapatkan pekerjaan yang tidak layak. Seperti mengemis, tukang pulung,
pengamen bahkan preman yang kerjanya hanya meminta denga paksa uang orang lain.
Ekonomi adalah faktor utama orang-orang mengalami penderitaan, alangkah di
sayangkan di Indonesia ini kemiskinan mencapai angka tertinggi. Di
perkotaan di butuhkan orang-orang yang mempunyai skill, pengalaman, serta
tittle yang jelas untuk mendapatkan pekerjaan. Bukan hanya dengan sekedar
alasan mengadu nasib, orang yang memang mempunyai kriteria bagus saja sulit
untuk mendapatkan pekerjaan apalagi orang-orang yang hanya mengadukan nasibnya.
Pendidikan sangat penting sekali untuk menunjang seorang manusia untuk hidup
lebih sejahtera, ketika seorang mempunyai pengetahuan yang luas dan pikiran
orang tersebut sudah terkonsep oleh ilmu-ilmu yang dimilikinya maka orang
tersebut dapat mengembangkan dirinya di dalam kehidupan ini. Di Indonesia
pendidikan sangatlah mahal harganya, orang-orang yang mempunyai tingkatan
ekonomi yang rendah tidak dapat berbuat banyak. Dan pada akhirnya mereka pun
sangat mengalami penderitaan di kolong-kolong jembatan, di pinggiran rel kereta
api bahkan tempat tinggal mereka tidak jelas dimana. Sehrusnya kita semua harus
membuka mata hati kita, apakah yang harus dilakukan agar terjadi perubahan yang
benar-benar baik. Jika kita mampu janganlah memandang orang-orang di sekitar
kita yang mengalami penderitaan dengan sebelah mata, justru itu kita bangkit
dan mata hati kita harus benar-benar terbuka pada lingkungan. Dengan cara
apapun yang kita lakukan itu sangat berarti sekali, sebagai contoh membuka suat
yayasan untuk menampung anak-anak yang kurang mampu agar di berikan
keterampilan serta pendidikan yang setara dengan pendidikan umum lainya dan
yayasan tersebut tidak memungut biaya apapun.
Contoh kecil seperti itu dapat menjadikan perubahan yang sangat drastis jika
dilakukan terus menerus dan gigih. Maka dari itu penderitaan dapat kita hindari
jika kita dapat bersama-sama dan berpegang tangan membangun manusia yang cerdas
dan mempunyai ketrampilan yang baik, untuk bersaing di era globalisasi seperti
sekarang ini.
Sangat berbeda jauh memang diantara keduanya. Seorang tukang
sampah yang kerjaannya memungut sampah di tempat sampah hanya untuk mencukupi
kebutuhan hidup. Dan pastinya tukang sampah jauh dari gelimangan harta. Untuk
makan saja begitu susahnya. Pastinya pekerjaan sebagai tukang sampah dipandang
sangat hina dan rendah daripada pekerjaan lainnya. Seakan-akan mereka tidak
punya harga diri lagi sampai harus dihina-hina terus oleh kebanyakan orang.
Tentu saja mereka sebenarnya tidak mau harus hidup dengan keadaan yang selalu
dihina, mereka ingin merasakan hidup yang berkecukupan meskipun tidak harus
hidup bermewah-mewah dan bergelimangan harta. Tapi apalah daya, keadaan jugalah
yang membuat mereka sedemikian.
Tidak adanya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan
pendidikan dan kemampuannya dan tidak adanya perhatian dari pemerintah untuk
mensejahterakan rakyatnya yang masih hidup di bawah taraf kehidupan sangat
rendah. Ya, akhirnya lebih memilih sebagai tukang sampah untuk bertahan hidup.
Tapi dibalik semua itu, kita seharusnya berterimaksih kepada tukang sampah.
Kalau tidak ada mereka lingkungan yang kita tempati pasti akan sangat kotor dan
kumuh. Tidak semua orang mau mengurusi sampah, tapi dengan hati yang tulus
mereka (tukang sampah)selalu membersihkan semua sampah yang kita buang setiap
harinya. Seorang yang selalu dianggap rendah dan hina oleh semua orang yang Berduit ternyata lebih berjasa
dibandingkan dengan mereka yang mempunyai kedudukan dan kehormatan untuk
kehidupan banyak orang.
Bagaimana tidak, seorang yang hanya tukang sampah saja
begitu memikirkan sesamanya dengan selalu membersihkan sampah yang berserakan
dari tempat sampah agar kelihatan bersih, tidak bau, dan sehat. Tetapi apa yang
kita berikan kepada mereka ini, kerjaan kita bisanya hanya membuang sampah
sembarangan. Pernakah kita membantu tukang sampah? Setidaknya kita selalu
membuang sampah ditempatnya kita sedikit telah membantu mereka membersihkan
sampah-sampah yang ada. Sungguh Mulianya pengabdian
tukang sampah. Tapi bagaimana dengan mereka yang mempunyai kedudukan,
kehormatan, kekayaan yang berlimpah, apakah mereka pernah memikirkan sesamanya
yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan? Sama
sekali belum pernah dan bahkan tidak pernah sama sekali.
Lihat saja mereka para
koruptor, yang kerjaannya dan bisanya hanya menghabiskan uang rakyat saja.
Mereka telah memakan hak-hak tukang sampah tadi. Mereka berfoya-foya di atas
penderitaan orang lain tanpa memikirkan sedikitpun bahkan untuk membantu
mereka. Seolah-olah mereka tidak tahu kalau disekitar kita masih banyak
masyarakat yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan yang sekiranya mau
menolong mereka para keluarga miskin. Tanpa berdosanya mereka (koruptor) masih saja
memamerkan harta mereka yang belum tentu menjadi hak mereka, karena para
koruptor telah memakan uang rakyat yang seharusnya untuk mensejahterakan rakyat
banyak. Tetapi yang lebih parahnya lagi, kenapa pemerintah lebih memikirkan
mereka-mereka para koruptor, bukannya memikirkan rakyat-rakyat kecil yang
jelas-jelas membutuhkan pertolongan malah para koruptor yang mendapat perhatian
lebih.
Belum lagi mereka
masih saja tetap DIHORMATI banyak kalangan orang, padahal mereka itu adalah
para Koruptor yang tidak hanya memakan uang rakyat, tetapi juga telah merugikan
uang negara. Apa mereka masih tetap pantas untuk Dihormati? Seharusnya yang
harus dihormati itu adalah orang-orang yang telah berjasa atau telah memberikan
sumbangsihnya untuk negara mereka, bukannya orang-orang yang merugikan
negaranya, Contohnya saja ya, para Koruptor tadi.
Mereka-ereka yang telah berjasa untuk negaranya memang
pantas untuk mendapatka apresiasi, dihormati dan mendapat perhatian lebih,
bukannya para Koruptor yang mendapatkan itu semua. Kalupun para Koruptor yang
mendapatkan itu semua, berarti sama saja dengan kita melegalkan tindak Korupsi
di negara kita dan membiarkan Korupsi terus berkembang di negara kita. Karena
Korupsi itu bukan suatu pekerjaan yang mulia, dan Koruptor bukan orang yang
pantas untuk diHormati, melainkan lebih pantas untuk diHina. Karena pekerjaan Tukang Sampah jauh lebih
terhormat daripada KORUPSI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar